المشاركات

Mahasiswa KKN UNUGHA Kelompok 19 Gelar Sosialisasi Stop Bullying di MI Muhammadiyah Rejodadi

Ridwan Nawawi



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap Kelompok 19 mengadakan sosialisasi bertema "Stop Bullying" di MI Muhammadiyah Rejodadi, Desa Rejodadi, Kecamatan Cimanggu, pada 25 Juli 2026. Kegiatan ini diiku

ti oleh para siswa dengan penuh antusias. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan atau bullying. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap saling menghormati serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Bullying merupakan salah satu masalah yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah. Banyak anak menganggap ejekan, hinaan, atau tindakan mengucilkan teman sebagai hal yang biasa. Padahal, tindakan tersebut dapat memberikan dampak buruk terhadap kondisi psikologis maupun perkembangan sosial korban. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memilih tema ini sebagai salah satu program kerja edukatif yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa sejak usia dini.

Sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, seperti bullying verbal, fisik, dan sosial. Siswa juga diberikan contoh-contoh tindakan yang sering terjadi di lingkungan sekolah agar mereka lebih mudah mengenali perilaku yang termasuk perundungan. Selain itu, mahasiswa menjelaskan dampak bullying terhadap korban, baik dari segi kesehatan mental, rasa percaya diri, maupun semangat belajar.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Beberapa siswa mengaku pernah melihat bahkan mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perundungan masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Mahasiswa kemudian menegaskan bahwa mengejek teman, menghina fisik, mengucilkan, ataupun melakukan kekerasan bukanlah bentuk candaan, melainkan perilaku yang dapat melukai perasaan orang lain.

Setelah penyampaian materi, siswa diajak menyaksikan video edukasi yang mengangkat kisah seorang korban bullying. Tayangan tersebut berhasil menarik perhatian seluruh peserta. Suasana kelas menjadi lebih hening karena para siswa menyimak setiap adegan dengan serius. Beberapa siswa bahkan tampak terharu dan meneteskan air mata setelah memahami bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban perundungan.

Sebagai bentuk refleksi, mahasiswa KKN membagikan sticky note kepada seluruh siswa. Mereka diminta menuliskan pengalaman yang pernah dialami ataupun disaksikan terkait tindakan bullying. Seluruh tulisan kemudian ditempelkan pada media yang diberi nama "Pohon Ungkapan". Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat menyampaikan pengalaman mereka secara jujur dan menjadi bahan pembelajaran bersama.

Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang pernah menjadi korban bullying. Salah satu siswa menuliskan pengalaman bahwa dirinya pernah diejek karena bentuk tubuh dan warna kulitnya, bahkan mengalami tindakan kekerasan dari temannya. Cerita tersebut menjadi bukti bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk ejekan maupun penghinaan yang meninggalkan luka emosional. Pengalaman yang dituliskan siswa menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan rasa aman selama berada di lingkungan sekolah.

Koordinator KKN Kelompok 19 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Guru dan orang tua juga diharapkan terus bekerja sama dalam mengawasi serta membimbing anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban bullying. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan karakter anak. Kerja sama seluruh pihak menjadi kunci dalam mengurangi kasus perundungan di sekolah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNUGHA Kelompok 19 berharap nilai-nilai empati, kepedulian, dan saling menghormati dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan lebih berani menolak tindakan bullying dan mau membantu teman yang menjadi korban. Dengan meningkatnya kesadaran seluruh warga sekolah, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak dapat terus terwujud. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas sekaligus membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.


Penulis: KKN Unugha Kelompok 19







إرسال تعليق