PURWOKERTO — Pameran seni "Ruang Retak" yang digelar oleh HMPS BKI UIN Saizu pada 16-18 Oktober 2025 di TESDA Purwokerto sukses menjadi ruang diskusi visual tentang kesehatan mental.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah lukisan "Busy in Silence" karya seniman Mochamad Anis Afiqi. Lukisan surealistik yang menampilkan sosok rapuh di tengah lanskap sepi ini dianggap sangat merefleksikan tema pameran.
Afiqi diketahui bukan hanya seorang pelukis, tetapi juga Ketua Sanggar Seni (SS) Teater Tepak UNUGHA. Latar belakang ganda ini memberi kedalaman pada karyanya.
"Busy in Silence" adalah cerminan dari pergulatan batin. Di baliknya, Afiqi menyisipkan narasi tentang seorang seniman yang mencari kekuatan dari pemikiran filsuf Antonio Gramsci, menunjukkan bahwa seni adalah jalan pintas untuk memproses keresahan yang tak terucapkan.
Karya ini mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung. Salah satu respon tertulis menyatakan bahwa lukisan itu adalah bukti bahwa "karya tak lahir dari ruang senang", melainkan dari jalan hidup berat yang disalurkan melalui kanvas.
Melalui pameran ini HMPS BKI UIN Saizu berhasil membuktikan bahwa seni rupa adalah medium ampuh untuk edukasi dan healing.