Posts

Cilacap Mengingat Tan Malaka: Bapak Republik yang Gugur di Tangan Bangsanya Sendiri

Robik Gianto28




Cilacap, 18 Februari 2026
– Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya ditulis oleh nama-nama yang sering disebut dalam buku pelajaran. Di balik gegap gempita proklamasi, ada sosok pemikir revolusioner yang sejak awal telah menggagas Indonesia sebagai sebuah republik merdeka. Dialah Tan Malaka, tokoh yang oleh banyak kalangan dijuluki sebagai Bapak Republik Indonesia.

Julukan itu bukan tanpa alasan. Jauh sebelum Proklamasi 1945 dikumandangkan, Tan Malaka telah menulis dan menyuarakan pentingnya Indonesia berdiri sebagai negara berbentuk republik. Melalui bukunya, Naar de Republiek Indonesia, ia secara tegas menawarkan konsep kemerdekaan penuh, bukan sekadar otonomi di bawah bayang-bayang kolonialisme.

‎Pemikirannya melampaui zamannya. Saat sebagian tokoh pergerakan masih bernegosiasi dengan penjajah, Tan Malaka telah menyerukan kemerdekaan total. Ia hidup dalam pelarian dari satu negara ke negara lain, diburu aparat kolonial, dipenjara, bahkan diasingkan. Namun idealismenya tak pernah runtuh.

‎Perjuangan Tanpa Panggung Kekuasaan

‎Berbeda dengan tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta, Tan Malaka tidak berada di lingkaran utama pemerintahan pasca-proklamasi. Ia sering berbeda pandangan, bahkan kerap dianggap terlalu radikal. Tetapi sejarah mencatat, gagasannya tentang republik dan kedaulatan rakyat menjadi inspirasi besar bagi arah perjuangan bangsa.

‎Di Cilacap, diskusi sejarah tentang Tan Malaka kembali menguat. Generasi muda mulai menelusuri ulang jejaknya, menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia juga berdiri di atas pemikiran dan pengorbanannya.

‎Akhir Tragis Sang Pejuang

Ironi terbesar dalam hidup Tan Malaka terjadi pada 1949. Di tengah gejolak revolusi mempertahankan kemerdekaan, ia ditangkap dan kemudian dieksekusi oleh aparat militer republik. Ia harus mati di tangan bangsanya sendiri—sebuah fakta pahit yang menjadi noda kelam dalam sejarah nasional.

‎Namanya sempat tenggelam dalam pusaran politik dan kontroversi ideologi. Namun waktu membuktikan bahwa jasa-jasanya tak bisa dihapus. Negara akhirnya menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional, mengembalikan kehormatan atas perjuangannya.

Warisan Inspiratif untuk Generasi Bangsa

Kisah Tan Malaka adalah pelajaran tentang keberanian berpikir besar dan teguh pada prinsip. Ia mengajarkan bahwa perjuangan bukan soal jabatan atau popularitas, tetapi tentang keyakinan pada cita-cita bangsa.

‎Dari Cilacap hingga seluruh pelosok negeri, semangat Tan Malaka terus menginspirasi: bahwa republik ini lahir dari pemikiran tajam, keberanian tanpa kompromi, dan pengorbanan yang bahkan harus dibayar dengan nyawa.

‎Penulis: Robik Gianto

Post a Comment