Posts

BEM UNUGHA Sediakan Media Pelaporan Aman untuk Korban Kekerasan Seksual

Robik Gianto28

LPM Dialektika UNUGHA Cilacap - BEM UNUGHA mendorong upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus melalui penyediaan media pelaporan aman bagi korban. Program tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas akademika.

Program ini dilaksanakan oleh Bidang Kemenkumham BEM UNUGHA yang dikoordinatori oleh Ridwan Nawawi, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UNUGHA. Sejak awal Mei 2026, pamflet digital mengenai layanan pelaporan mulai disebarkan melalui media sosial organisasi mahasiswa.

Pamflet tersebut memuat informasi terkait alur pelaporan, layanan pendampingan, serta kontak pengaduan yang dapat diakses mahasiswa secara langsung maupun daring. Selain itu, mahasiswa juga diimbau untuk tidak menyebarkan identitas korban demi menjaga kondisi psikologis dan privasi pelapor.

Ketua BEM UNUGHA, Siti Maryam, mengatakan bahwa media pelaporan tersebut dibuat untuk memberikan rasa aman kepada korban ketika ingin menyampaikan laporan.

“Kami ingin korban merasa aman ketika melapor. Identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya dan laporan akan diteruskan kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” ujar Siti Maryam, Kamis (7/5).

BEM UNUGHA juga berencana mengadakan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual bersama Pusat Studi Gender UNUGHA guna meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan ruang aman di lingkungan kampus.

Ketua PSG UNUGHA, Umi Fadilah, menilai keterlibatan organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama terkait pencegahan kekerasan seksual. Menurutnya, mahasiswa memiliki kedekatan sosial yang dapat membantu korban merasa lebih aman dan didukung.

Melalui program tersebut, BEM UNUGHA berharap lingkungan kampus menjadi lebih peduli, terbuka, dan responsif dalam menangani persoalan kekerasan seksual, sekaligus membangun budaya saling menghormati antar civitas akademika.


Penulis: Ahmad Royan

Editor: Robik Gianto 

Post a Comment