CILACAP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keagamaan Islam (FKI) sukses melaksanakan agenda Pengabdian Ke Masyarakat (PKM) di Desa Mentasan, Kecamatan Kawunganten, Cilacap. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 21 hingga 28 Februari 2026, ini menjadi ajang pembuktian mahasiswa dalam menyalurkan ilmu akademik langsung ke tengah masyarakat.
Gubernur BEM FKI, Rafi Nabila menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman bangku perkuliahan. Menurutnya, ilmu yang didapat di kampus seperti micro-teaching, teknik bersosialisasi, hingga kemampuan presentasi, akhirnya mendapatkan wadah penyaluran yang tepat.
"Sangat bagus sekali ketika mahasiswa terjun ke masyarakat selain daripada program KKN. Setelah lama hanya duduk di bangku perkuliahan, akhirnya banyak ilmu yang bisa kami salurkan langsung kepada warga," ujarnya saat diwawancarai.
Membangun Sinergi Progresif
Fokus utama dari PKM di Desa Mentasan ini bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. BEM FKI berharap kehadiran mahasiswa dapat memicu semangat masyarakat untuk lebih aktif, sembari mengasah kreativitas mahasiswa dalam menghadapi realita di lapangan.
Selain aspek pengabdian, kegiatan ini juga menjadi ajang mengetes mental mahasiswa. Rafi menekankan bahwa interaksi dengan orang baru dan menghadapi problematika nyata di desa memberikan bekal berharga agar mahasiswa "tidak kosong" saat benar-benar lulus nanti.
Keberlanjutan di Bidang Pendidikan
Rafi juga menegaskan bahwa hubungan dengan Desa Mentasan tidak akan berhenti begitu saja setelah tanggal 28 Februari. Sektor pendidikan menjadi prioritas utama untuk rencana tindak lanjut di masa depan.
"Tentunya ada rencana keberlanjutan. Terkhusus dari segi pendidikan, insyaallah kami siap jika memang diperlukan kembali oleh warga desa," tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan kesan mendalam tentang keramahan warga Desa Mentasan. Kemampuan mahasiswa untuk "melebur" dan keterbukaan warga menjadi kunci suksesnya pengabdian ini. Hal ini membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal dapat tercipta dengan harmonis demi kemajuan bersama.

